1. Merusak Sistem Kardiovaskular
Salah satu dampak paling berbahaya dari diabetes adalah kerusakan sistem kardiovaskular. Gula darah tinggi mempercepat penumpukan plak di pembuluh darah (aterosklerosis), yang dapat menyebabkan:
- Penyakit jantung koroner
- Serangan jantung
- Stroke
- Tekanan darah tinggi
Penderita diabetes 2–4 kali lebih berisiko terkena penyakit jantung dibandingkan orang tanpa diabetes.
2. Menyebabkan Gangguan Penglihatan
Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah di retina, menyebabkan retinopati diabetik. Gejala awalnya sering kali tidak terasa, namun jika tidak ditangani, dapat menyebabkan:
- Pandangan kabur
- Bintik gelap
- Kebutaan permanen
Diabetes juga meningkatkan risiko katarak dan glaukoma.
3. Kerusakan Ginjal (Nefropati Diabetik)
Ginjal berfungsi menyaring zat sisa dan kelebihan cairan dari darah. Diabetes dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, mengurangi fungsinya. Jika terus berlanjut:
- Muncul protein dalam urine
- Fungsi ginjal menurun
- Terjadi gagal ginjal yang memerlukan cuci darah atau transplantasi
4. Neuropati: Gangguan Saraf
Sekitar 60–70% penderita diabetes mengalami neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf akibat kadar gula tinggi. Gejalanya mencakup:
- Kesemutan
- Mati rasa di tangan atau kaki
- Nyeri terbakar
- Gangguan pencernaan dan disfungsi ereksi (neuropati otonom)
Kerusakan ini bersifat progresif dan bisa sangat mengganggu kualitas hidup.
5. Luka yang Sulit Sembuh dan Risiko Amputasi
Diabetes mengganggu aliran darah dan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka. Luka kecil, terutama di kaki, bisa berkembang menjadi:
- Infeksi serius
- Gangren (jaringan mati)
- Amputasi jika tidak segera ditangani
Pemeriksaan kaki secara rutin sangat penting bagi penderita diabetes.
6. Masalah Kulit dan Mulut
Diabetes membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi kulit dan gusi, seperti:
- Infeksi jamur
- Bisul
- Radang gusi (gingivitis) dan penyakit periodontal
Kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita diabetes melemah.
7. Gangguan Mental dan Emosional
Penderita diabetes juga rentan mengalami depresi, kecemasan, dan stres kronis akibat perubahan gaya hidup dan kekhawatiran atas komplikasi. Kesehatan mental adalah aspek penting dalam pengelolaan diabetes.