Dampak Buruk Diabetes Bagi Kesehatan Tubuh

Diabetes merupakan penyakit yang tidak bisa diremehkan. Penyakit ini tercatat sudah memakan banyak korban baik muda ataupun tua. Hal itu dikarenakan ketika kandungan gula darah dalam tubuh sangat tinggi maka akan memengaruhi banyak organ dalam pada tubuh.

Namun banyak yang belum menyadari bahwa dampak diabetes sangatlah berbahaya. Penyakit diabetes menyerang tubuh dengan lambat namun dampaknya sangat signifikan dalam tubuh.

Berikut beberapa dampak buruk yang bisa dialami oleh penderita diabetes

1. Penyakit jantung

Kandungan gula yang tinggi pada tubuh bisa menyebabkan meningkatkan resiko penyakit jantung dan juga stroke. Bukan hanya itu, diabetes juga dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Hal itu disebabkan oleh kadar gula yang menimbun pada dinding pembuluh darah.

2. Penyakit kulit

Kandungan gula yang tinggi dalam tubuh ternyata dapat membuat masalah pada kulit. Dengan tingginya kadar gula dapat membuat peradnagn terjadi pada kulit yang nantinya bisa membuat kulit menjadi kering, bersisik, gatal, dan pecah-pecah.Masalah pada gusi biasa terjadi oada penderita diabetes. Hal itu dikarenakan kadar gula yang tinggi dalam tubuh membuat pembuluh darah menjadi tebal dan aliran darah menjadi terhambat. Hal itu juga akan membuat sistem saraf pada gusi menjadi melemah. Masalah pada gusi yang bisa terjadi dianataranya gusi memerah, gusi bengakak dan mudah berdarah. Bahkan jika sampai terjadi infeksi pada gusi dapat membuat kita kehilangan gigi. 

 3. Kerusakan ginjal

Banyak dari penderita diabetes kengalami kerusakan pada ginjal. Hal ini dikarenakan kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal harus bekerja keras sehingga memicu kerusakan pembuluh darah kecil pada ginjal. Ginjal tidak mampu lagi menyaring kotoran darah atau yang biasa disebut dengan neoropati diabetik. Jika hal ini dibiarkan dan tidak ditangani dengan baik maka ada kemungkinan terjadinya gagal ginjal.

4. Kerusakan saraf

Menurut American Academy of Family Physicians, 10-20%
pengidap diabetes mengalami nyeri saraf.
Ketika kadar gula yang ada
pada tubub semakin meningkat maka semakin lama dapat membuat sistem daraf menjadi terganggu bahkan rusak. Pada kebanyakan kasus, kerusakan tersebut menyerang saraf tangan dan kaki. Hal ini dapat menyebabkan mati rasa,
kesemutan, kebas, nyeri, bahkan sensasi terbakar. 
Tidak hanya itu, penderita diabetes akan memiliki risiko terjadinya infeksi pada kaki. Ketika penderita diabetes mengalami luka, maka luka tersebut akan susah untuk sembuh. Dalam kasus serius, luka ketika diabetes bisa menyebabkan amputasi pada kaki.

    5. Hilangnya penglihatan

Komplikasi pada diabetes tidak hanya mempengaruhi saraf tangan dan kaki saja, tetapi juga mempengaruhi saraf pada mata. Mulanya komplikasi ini akan ditandai dengan penglihatan yang kabur selama beberapa hari atau minggu dan akan hilang ketika kadar gula yang tinggi kembali normal. Namun, ketika kadar gula terus dalam kasar yang tinggu maka dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di belakang mata bisa rusak. Hal yang dapat terjadi dari rusaknya pembuluh darah ini diantaranya katarak, glaukoma, pembengkakann, pendarahan bahkan kehilangan penglihatan.

6. Rambut rontok

Dari semua dampak diabetes mungkin ini adalah dampak yang paling ringan. Meski begitu, rambut rontok tetap tidak boleh disepelekan. Kerontokan terjadi karena adanya kerusakan pada pembuluh darah sehingga aliran darah yang mengandungnutrisi ke folikel rambut jadi terhambat. Akinatnya, rambut menjadi kekurangan nutrisi dan oksigen sehingga tidak mampu mendujung pertumbuhan rambut yang sehat. Selain itu, kondisi ini juga mempengaruhi terhadap hormon endokrin yang nantinya akan menghasilkan hormon androgen yang mengatur pertumbuhan rambut. Ketika hormon endokrin bermasalah, maka pertumbuhan rambut menjadi terhambat dan rambut akan menjadi mudah rontok. Kerontokan ini bisa terjadi tidak hanya di kepala namun juga pada alis, lengan, kaki, dan bagian tubuh lainnya.

7. Ketoasidosis diabetik

Merupakan komplikasi diabetes yang serius dan tidak boleh disepelekan. Ketoadosis diabetik terjadi ketika tubuh terlu banyak menghasilkan asam darah atau keton. Keton yang berlebihan pada tubuh akan menumpuk dalam darah dan menimbulkan gejala dehidrasi berat. Bahkan, ketoadosis bisa menyebabkan koma. Oleh karena itu, ketoadosis diabetik ini perlu pertolongan medis darurat. Penyakit diabetes memang sulit disembuhkan, tetapi Anda dapat mengelola gejala dan mencegah terjadinya komplikasi. Caranya adalah dengan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter dan minum obat, mengubah pola hidup menjadi sehat. Selain itu, Anda juga harus rutin mengecek kadar gula dalam darah.