Penyakit Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal atau yang bernama ilmiah nefrolitiasis merupakan terbentuknya suatu endapan padat dan keras serupa dengan batu yang bersumber dari mineral maupun garam yang terjadi di dalam ginjal. Masalah batu ginjal dapat terjadi di saluran urine, mulai dari ginjal, ureter, kandung kemih hingga uretra.

Penyakit batu ginjal terbentuk dari limbah dalam darah seperti kalsium dan asam oksalat yang menumpuk dan mengeras di dalam ginjal sehingga menyerupai bentuk batu. Jika dikelompokkan berdasarkan jenisnya, penyakit batu ginjal terbagi menjadi empat, yaitu batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin dan batu kalsium.

Penyebab Penyakit Batu Ginjal

Penyebab terjadinya masalah batu ginjal sangatlah beragam. Beberapa pemicu yang ada mungkin saja terjadi seperti kurangnya asupan cairan dalam tubuh ataupun efek samping setelah operasi organ pencernaan. Adanya endapan batu di dalam ginjal dapat didasari oleh masalah kesehatan lain ataupun efek dari makanan yang kita konsumsi.

Berikut ini terdapat beberapa penyebab batu ginjal yang sering kali tidak kita sadari, antara lain:

●          Kurangnya konsumsi air putih

Timbulnya penyakit batu ginjal sering kali dikaitkan dengan kebiasaan seseorang yang jarang mengonsumsi air putih. Saat seseorang kurang mengonsumsi air putih, mineral dan garam di dalam tubuh yang seharusnya terbuang lewat air seni menjadi tertinggal dan membentuk materi padat dan keras atau yang biasa kita sebut batu di ginjal. Oleh karena itu, kita disarankan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan di dalam tubuh dengan rutin mengonsumsi air putih.

●          Mengonsumsi garam berlebih

Makanan yang diawetkan dan makanan kalengan merupakan salah satu contoh jenis makanan yang memiliki kadar garam tinggi. Mengonsumsi makanan tinggi garam atau sodium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu kalsium di dalam ginjal. Oleh karena itu, kita dapat mengurangi asupan makanan tinggi garam agar dapat menghindari penyebab penyakit batu ginjal.

●          Gangguan masalah sistem pencernaan dan efek dari tindakan pembedahan

Setelah seseorang melakukan tindakan pembedahan atau operasi pada penyakit radang usus maupun operasi di daerah lambung maka akan memberikan efek perubahan pada proses sistem pencernaan. Perubahan sistem pencernaan tersebut akan memengaruhi penyerapan air dan kalsium dalam ginjal sehingga meningkatkan kuantitas zat yang membentuk batu pada urine.

●       Menderita kondisi medis tertentu seperti infeksi saluran kemih.

Gejala Penyakit Batu Ginjal

Pada saat batu ginjal masih berukuran kecil mungkin gejala yang muncul tidak terlalu terasa. Namun sering kali gejala akan muncul apabila batu ginjal sudah berukuran lebih besar. Gejala-gejala pada penyakit batu ginjal antara lain:

  • Sering terasa nyeri pada daerah pinggang, perut bagian bawah maupun area selangkangan.
  • Terkadang perut sering terasa mual
  • Pada saat buang air kecil sering terasa sakit.
  • Durasi buang air kecil yang semakin sering namun jumlah urine yang keluar sedikit atau tidak keluar sama sekali.

 

Gejala lainnya yang akan terasa jika pengidap batu ginjal sudah sampai terserang infeksi yaitu urine akan menjadi keruh serta menimbulkan aroma kurang sedap, badan menjadi demam, menggigil hingga terasa lemas. Jika sudah merasakan gejala tersebut, segeralah berkonsultasi ke dokter agar segera mendapatkan tindakan medis.

Cara Mencegah Penyakit Batu Ginjal

Pencegahan penyakit batu ginjal dapat dilakukan dengan menerapkan disiplin untuk pola hidup sehat, seperti:

  • Mengatur jumlah konsumsi makanan dan obat-obatan yang mengandung kalsium agar tidak berlebihan.

Seperti yang telah diketahui, mengonsumsi garam secara berlebihan dapat menyebabkan kalsium yang harus disaring oleh ginjal menjadi meningkat, sehingga risiko terjadinya batu ginjal pun meningkat.

  • Memperbanyak konsumsi air putih

Hal tersebut untuk menghindari terjadinya dehidrasi dan mencegah batu ginjal yang bersumber dari limbah tubuh yang menumpuk.

  • Mengurangi konsumsi makanan tinggi protein hewani

Makanan yang tinggi protein hewani mampu meningkatkan timbulnya asam urat. Peningkatan asam urat tidak hanya akan mengganggu urat pada persendian, tetapi juga menyebabkan batu ginjal. Contoh asupan tinggi protein hewani seperti daging unggas, daging merah, kerang ataupun ikan.

Cara Mengobati Penyakit Batu Ginjal

Metode pengobatan penyakit batu ginjal berbeda-beda tergantung dari ukuran dan jenis batu ginjal yang dialami. Batu ginjal yang kecil yaitu berukuran kurang dari 4 mm dengan penanganan agar batu ginjal dapat keluar melalui urine.

Pengobatan batu ginjal berukuran kecil, yaitu:

●       Rutin mengonsumsi air putih setiap hari sebanyak 6 sampai 8 gelas.

●       Saat proses pengobatan, disarankan mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol karena proses keluarnya batu ginjal melalui urine akan menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman.

Sedangkan untuk ukuran batu ginjal yang besar atau lebih dari 6 mm akan sulit keluar dan akan menimbulkan pendarahan serta infeksi saluran kemih. Oleh karena itu, dokter akan menyarankan beberapa metode pengobatan, antara lain:

●       Menggunakan alat nefroskop (Percutaneous nephrolithotomy)

Metode pengobatan ini dilakukan jika terjadi infeksi yang merusak ginjal serta rasa nyeri yang tidak dapat diobati dengan obat-obatan. Alat nefroskop akan dimasukkan ke dalam ginjal dan selanjutnya batu ginjal akan ditarik keluar.

●       Ureteroskopi

Alat ureteroskop akan memindahkan batu kecil yang berada di ureter maupun ginjal. Alat tersebut berupa selang berkamera yang akan memecahkan batu ginjal agar mudah dikeluarkan.

●       Alat ESWL (Extracorporeal shock wave lithotripsy)

Prinsip dari alat ESWL hampir sama dengan ureteroskop yang akan memecah batu ginjal menjadi bagian yang lebih kecil akan mudah dikeluarkan. Namun, alat ESWL akan memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi ke posisi batu ginjal.

●       Bedah Terbuka

Metode ini jarang dilakukan, namun biasanya akan dilakukan jika ukuran batu ginjal sangat besar atau bentuk yang tidak normal.